Kau hanya tersenyum manis dan melebarkan kedua tanganmu, memberi ruang untukku agar segera memelukmu. Ah, aku sungguh sangat merindukanmu.
Tapi aku masih terus mematung di sini. Menatap kau lebih dalam atau mungkin terlalu gengsi untuk memelukmu terlebih dahulu. Akhirnya kau yang menyerah dan mulai melangkahkan kaki mendekatiku. Seketika kau memelukku erat. Dan air mataku meleleh di pundakmu.
"Aku sangat merindukanmu." Bisikmu. Hampir tersamarkan oleh riuhnya bandara malam ini.
Aku tak sanggup berkata apa-apa.
Kau mulai melepaskan pelukan. Padahal aku masih ingin lama merasakannya.
Kemudian menatapku dan menyeka air mataku. Kau bilang kau tidak akan pergi lagi. Hal ini memberi sedikit kelegaan dalam hatiku, walau sebenarnya aku tahu kau berbohong.
*ini draf tahun 2015, yg masih dalam tahap edit awalnya. Hallo sekarang udah 2017, jadi saya post seadanya aja, tanpa tambahan apa2. Selama tahun 2016 ternyata saya ga nyentuh sama sekali ini blog.
Maafkeun yaa... Insyaallah mulai tahun ini mulai produktif lagi melalui "Berbohonglah Sekali Lagi".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar