Tadi siang akau menelusuri jalan
Mereka bilang aku harus bangga
Karena negeriku, negeri yang kaya
Aku hanya diam
Setiba di rumah aku buka menutup saji di atas meja bututku
Kosong!
Aku beranjak membuka gentong tua, yang kata ibu untuk tempat beras
Sama, kosong!
Akhirnya aku memutuskan untuk berbaring
Walau perut masih saja berdendang ria
Mataku menatap lurus ke atap rumah
Ada bulan yang menginip dibalik geting pecah
Untung hujan tidak turun malam ini
Inilah negeriku yang kaya
Beratap tapi langit masih bisa kutatap
Beratap tapi matahari masih terus menyengat
Beratap tapi hujan masih saja menumpang dalam lelap
Esok aku harus kembali temui mereka
Dan bertanya,
"seperti inikah yan namanya negeri yang kaya?"
#OWOP 2
Jumat, 17 April 2015
Senin, 06 April 2015
Sepi yang Terbungkus Rindu
Sudah sepekan bulan tergantung di langit malam tanpa ditemani titik-titik bintang
Ingin sekali aku bertanya padanya, "Tidak kesepiankah kamu di sana?"
tapi tanpa kutanya pun bulan akan tetap di sana, bersama malam yang gelap.
Bukan salah bintang yang tak ingin menemani bulan.
Tapi kesetiaan bulan yang tetap ada walau tanpa bintang.
Sampai kapan pun bulan tetap akan ada dilangit malam itu.
Aku kembali tertunduk lesu.
Haruskah aku seperti bulan?
Tetap di sini tanpa siapa-siapa.
Rasanya mustahil.
Jam terus berdetak, sama seperti detak jantungku yang terus berpacu.
Mencari jawaban dari setiap pertanyaan yang aku buat sendiri.
Menimbang-nimbang segala harap dan nyata dalam timbangan hati.
Terkadang pula memaksakan hati bersandar pada realita.
Huft... Betapa sulitnya.
Menahan sebongkah rasa yang tertahan sekian lama.
Hanya tetesan air yang ada di sudut mata.
Menunggumu yang entah dimana.
Haruskah aku tetap berdiri di sini?
Titik-titik Cahaya
Malam itu aku duduk di sudut taman
Membungkus kenangan yang telah lama tertelan
Mencari sisa cahaya yang sempat kau tinggalkan
Masih bolehkan aku memungutnya?
Sudah sewindu, kau lari dari pandangan
Aku sudah mencoba meraba-raba jejakmu
Tapi rindu saja tak cukup membuat kau menoleh, walau pelan...
haruskah aku pun mengejarmu dalam ketidakberdayaan?
Cinta... Sungguh aku terseok-seok dalam titik cahaya yang mulai padam
Aku tak mampu berhenti walaup sejenak, meskipun kata orang cahaya itu sungguh indah
Sama sepertimu menoleh pun aku tak unya cukup waktu
Tapi sungguh kini aku sudah lelah
Bila suatu saat kau kembali, temui aku di atas rumput ini.
Semoga titik cahaya ini belum padam sampai kau kembali dan menemukanku sendiri.
#OWOP 2
Langganan:
Komentar (Atom)